Kemudian Nazila dan Badriah pergi dengan terburu-buru dan dengan tak sadar Nazila men incing Gamisnya sampai setengah kaki, Banyak sekali orang yang melihatnya, dengan menahan tawa.
"Kenapa sih mbak, mereka lihatin aku kaya gitu? Aku ada yang salah ya? "
Tatapan bingung Nazila pada semua orang yang berbaju putih dengan sarung hitam polos
"Nggak Zil, lihat aja tuh tangan sama kaki kamu, hehehe"
Mbak bad sedikit terbahak melihatnya juga, karena udah di tertawain juga gak sadar-sadar
"Astaghfirullah,,mbak..kenapa sih gak bilanga dari tadi kan akunya malu" Rengek Zila
Sembari melepaskan gamisnya yang dari tadi di pegangi bawahnya, Pipi tembem nazila menjadi merah karena malu, untuk menutupinya dia sedikit menarik jilbab syari nya untuk menutupi Wajahnya.
Tak lama kemudian Rombongan hadroh, yang katanya sih dari ponpes, tapi kok pada Pakek Vapor? Mulai memasuki panggung untuk membuka acara.
Tatapan Nazila yang sepertinya tak mau lepas melihat salah satu Pemain hadroh yang dapat menarik perhatiannya, senyumnya yang sungguh manis, Sepertinya dia vocalis karena dia memegang mic dan duduk di depan Pianis.
~Cie ada yang jatuh cinta nih,~
Badriah yang melihat itu merasa geli dan risih, Memang Zila hanya tersenyum dengan mata yang berbinar. Tak kuasa menahan gelinya dia menyenggol bahu Zila.
"Awas mata tuh jaga, jangan biarin kemana-mana, Zina tau Zil" Ujar badriah
Ketika para rombongan hadroh sudah membuka acara, tatapan zila tak mau lepas dari vocalis, namun zila tau menatap sama saja mencuri pandangan, jadi dia memandangnya gak berlebihan.
"Ish. Mbak bad, Sakit tau, ada apa sih sama mata aku, nggak kemana-mana kok cuma fokus ma satu pandangan" Jelas Zila
Zila kembali tersipu malu, dengan pipi merahnya lagi, dan sepertinya mbak bad sudah tau apa yang Zila lihat.
"Ekhm..Ceritanya ada yang sedang jatuh cinta nih? Dan jatuh cintanya Sama vocalis hadroh?"
Celutuk Badriah
Nazila terkejut akan badriah yang telah tau siapa yang dia pikirkan, Apa ada kemungkinan setelah pulang dari ponpes dia punya indra ke-6,
"Apa-an sih mbak, aku nggak gitu juga kali, aku cuma---"
Belum dapat melanjutkan bicaranya, Zila sudah kehabisan kata-kata untuk mengelak,
"Cuma, caper? Iya?"
Kata mbak bad
Sontak Zila langsung terdiam, Dan memasang muka datar,
"Sebenarnya sih iya, tapi aku masih ingat dosa mbak"
Batin Zila
"Cuma kagum aja, Pas lagi nyanyi lagu roqqota aina, itu lagu faforil aku mbak, jadi aku suka banget, apa lagi suaranya merdu. Hehehe"
Elak zila
"B
Kemudian ada sosok pahlawan yang dapat menyelamatkan Zila dari cengkraman kepo mbak Bad.
"Zil,,Ayo naik,,kamu harus voice nih,," Ujar bang fariqh
"Hehehe, maaf yak mbak, aku harus kesana, mungkin nanti lagi, Assalamuallaikum.."
Badriah memasang muka cemberut dan memutar kedua bola matanya, untuk mengabaikan Zila , Namun tak lupa dia juga menjawab salam meski tak begitu Ikhlas.
"Waalaikum salam," jawab mbak bad dengan tak ikhlas,
Tapi langkah zila terhenti, dia sontak terkejut, ternyata sehabis selamat dari jurang, terjun ke jurang yang lebih dalam, Dia tak berfikir kalau dia akan duet dengan vocalis tampan nan manis itu.
~~~~~~~♡☆♡~~~~~~~
POV VOCALIS~nama Ilyas
"Eh-guys katanya kita suruh buka dulu acaranya, biar gak sepi, dan juga kalau ada yang cari pengajian gampang tinggal dengerin hadrohnya aja, cap cuz ." Ujar Ilyas pada teman-temanya,
Kemudian beranjak pergi menuju panggung, Sebelum sampai panggung ia melewati seorang bidadari cantik yang menggunakan gamis maroon dan jilbab syar'i warna pink. Dia terlihat sangat manis, tak lain adalah Nazila
"Astaghfirullah,,Zina yas..zina.."
Batin Ilyas
Kemudian Ilyas tetap melanjutkan langkahnya dan tetap terlihat coll. Setelah duduk, tak disangka sang bidadari kini telah melihatnya dengan wajah yang berseri-seri, Ilyas hany melihat sekilas dengan pucuk samping matanya.
"Pasti bakal blank aku, kalau dia ngelihatin aku terus, senyum-senyum lagi" Batin Ilyas
~Huh, sok Ke PD an banget jadi orang~
Ilyas menarik panjang nafasnya dan mulai melantunkan lagu sholawatnya, untuk pembukaan Ilyas memilih lagu ☆Roqqota Aina☆
"Raqqat ‘ainaya shawqan, wa li Taibata tharafat ‘ishqan
Fa’ataytu ila habibi, fahda’ ya qalbu wa rifqan
Salli ‘ala Muhammad.
Assalamu alayka ya Ya Rasool Allah
Assalamu alayka ya habibi Ya Nabiyya Allah."
"Qalbun bil Haqqi ta’allaq, wa bi ghari hira’a ta’allaq
Yabki yas’alu khaliqahu, fa’atahul wahyu fa’ashraq
Iqra’ iqra’ ya Muhammad.
Assalamu alayka ya Ya Rasool Allah
Assalamu alayka ya habibi Ya Nabiyya Allah"
Ya Taibatu ji’tuki sabba, li rasoulillahi muhibba
Birrawdhati sakanat rouhi, wa jiwaril hadi Muhammad
Assalamu alayka ya Ya Rasool Allah
Assalamu alayka ya habibi Ya Nabiyya Allah.
"Aduh dek,dek manis, tau aja kalau kamu itu yang aku suka, tapi kok malah kesini, jadi tambah blank aku."
Batin Ilyas
~~~Kembali ke Zila~~~
"Aduh, aku kok gak pikir-pikir dulu sih kalau mau nyanyi, aku mana mungkin bisa nyanyi kalau gini?"
Gumam Zila
Bismillah...
Kemudian Zila duduk di barisan para vocalis, namun masih berjarak 2 meter dari Ilyas, karena Zila masih tau tentang Dosa.
"Monggo mbak acarane di buka, nyuwun lagu nopo?" Tanya teman Arfian yang juga Vocalis
"Bi maulidil Hadi,," jawab serentak Arfian dan Nazila.
Keduanya tersipu malu, akan tetapi keduanya tau lokasi, lokasi ini bukan waktunya untuk PDKT, Kemudian duet diantara mereka di mulai.
Bimaulidil Hadi
Bimaulidil hadi
Qod dho atil akwan
Ya bahjataddunya
Ya nafkhatarrohman
Ya mab’atsarrohmah
Ya kasyifal ghummah
Tammat bikanni’mah
Yaminnataddayyan
Ya sayyidassadat
Ya shokhibal khoirot
Qod ji tabil ayat
Yanuskhotal furqon
Mendengar keduanya nyanyi dengan Indah, tak terlupakan ada tepuk tangan dari para jamaah yang menyaksikan mereka berdua.
"Subhanallah, ya Allah dia mampu meresapi Arti dari lantunan lagu, ingin sekali aku menghapusnya, Namun sepertinya belum saatnya" Batin Arfian tapi tetap dengan wajah collnya
"Ya, Allah ingin sekali aku berteriak, ini lagu bimaulidil hadi paling indah, Apa mimpi ku semalam hingga aku dapat duet langsung dengannya, Terima kasih ya Allah"
Batin Zila dengan senyum-senyum tipis
Acara berlangsung dengan baik hingga tiba saatnya, sang pengisi pengajian menyampaikan khutbahnya, Tak di sangka tema yang di ambil adalah tentang anak remaja,
"Buk,,Bapak,, Nek sampean gadah anak putri kok pacaran, Mang sikat putrine sampean, Di kurung neng ngomah, sesok terne pondok, mergo nopo, iki lagi pacaran wae ws demok-demok an tangan, lha sue-sue lak...Ws gak perawan"
Kata pak ustad
Jamaah hanya bisa meng-iyakan apa kata pak ustad, yang menurut mereka benar, dan mungkin menjadi tambahan ilmu bagi mereka dalam mendidik anak.
"Misal'e buk, sampean mpun gadah putri siap nikah, Ojo di wehne sembarangan, Golek sek gelem tenanan, Yen saged, Calon mantune panjenengan niku, Lulusan pondok, dados saged mbimbing, saged nuntun nyang Syurga Firdaus Allah Swt, Kulo nggih gadah putro, tak pondokne, putro ku bagus, senajan aku ne yo bagus,,,,"
Para jamaaah tertawa, terbahak-bahak.
"Anak ku, niki hlo bapak..ibu jamaah sedoyo, sek nyanyi manggen ngajeng anak kulo sek bagus dewe,,"
Arfian hanya tersenyum manis kepada para jamaah, ketika abahnya memperkenalkan Dia pads para jamaah..
Acara terus berlanjut hingga sesi penutupan, penutupan di tutup dengan doa dan salam, di lanjutkan juga dengan lantunan sholawat dari Nazila, Yang berjudul Alaikum Bishola..
Setelah semua jamaah pergi, Zila pun menyusul badriah.
Pengikut
Minggu, 24 Desember 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
sama Ifa, Ngaku loe!" Tuding Geslin sambil menujukan telunjuknya pada Alice. Alice hanya membuang nafasnya lewat mulut singkat, Tanpa...
-
13 AURAT WANITA Assalamuallaikum warrahmautullahi wabarrakatuh.. 13 Aurat Wanita yang Wajib Dijaga Wanita memang diberkati oleh All...
-
HUKUM MEMAJANG FOTO DI SOCMED Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu...
-
"Ish, gak peka banget sih kamu, Ubay itu bayu," Sebal fitri sambil melipat kedua tangannya didada "Apa-an sih bawa mas bayu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar